Sabtu, 21 Juli 2007

Enam Bulan, Penduduk Internet Cina Tumbuh 25 Juta


          Sudut Kota Shanghai,Cina
    
Beijing, Peningkatan jumlah pengguna internet di Cina memang sangat pesat. Bayangkan saja, untuk menambah jumlah pengguna internet sebanyak 25 juta pengguna, negara ini hanya butuh tempo 6 bulan.Angka itu berdasarkan hasil riset terbaru yang dikeluarkan China Internet Network Information Center (CNNIC).Dengan demikian, saat ini total jumlah pengguna internet di negeri tirai bambu ini telah mencapai 162 juta yang dihitung sampai akhir Juni 2007.Dan membuatnya masih berada di posisi kedua setelah Amerika Serikat (AS) sebagai negara yang memiliki pengguna internet terbesar di dunia dengan 211 juta.
   Faktor utama yang membuat Cina mencapai peningkatan yang cepat terhadap pengunaan internet selain mempunyai populasi terbesar di dunia adalah karena faktor infrastruktur yang memadai. Tercatat 44,3 juta warga Cina menggunakan perangkat genggam untuk online, sedangkan pengguna broadband-nya mencapai 122 juta.Sebelumnya, di akhir 2006, CNNIC juga telah mengumumkan populasi pengguna web di Cina yang berada di angka 137 juta. Ini berarti bertambah 26 juta pengguna dari awal 2006.(usa/wsh)

Selasa, 10 Juli 2007

Berkacalah dari Sejarah Perang Uhud

BADAR, Uhud, Khandak, adalah nama-nama yang melahirkan para syuhada. Para pejuang yang mempertaruhkan harta benda, jiwa dan raga, di jalan Allah SWT, demi tegaknya 'Izzul Islam wal Muslimin.

Sayang, para jemaah umrah dan haji, tak akan sempat berkunjung ke Badar. Ke lokasi bersejarah, tempat perang besar pertama antara kaum Muslimin yang hanya berjumlah 313 orang, harus bertarung melawan jago-jago musyrikin Quraisy yang berjumlah 950 orang. Ini terjadi pada bulan Ramadan pula.

Betapa berat cobaan bagi kaum Muslimin pada waktu itu. Namun perang yang berakhir dengan kemenangan gemilang kaum Muslimin tersebut, oleh Rasulullah saw. masih dianggap enteng, dibandingkan dengan perang lain. Yaitu perang melawan hawa nafsu. Ucapan beliau, seusai perang Badar, amat terkenal, Roja'na minal jihadil asghar, ilal jihadil akbar. Jihadun nafsu. Kita keluar dari jihad kecil, menuju ke jihad besar. Yaitu jihad melawan hawa nafsu.

Sayang memang, karena Badar terletak di luar radius Madinah. perlu izin khusus dari pemerintah Saudi Arabia, bagi yang ingin ziarah ke sana. Tapi cukuplah kita berziarah ke Uhud, dan Khandak saja. Di situ sangat banyak 'ibrah yang dapat kita petik, kita renungkan, kita hayati, sebagai bahan muhasabah atau introspeksi. Koreksi diri terhadap komitmen keislaman kita yang sesungguhnya.

Di Uhud, terdapat makam 70 syuhada. Di antaranya, makam Sayidina Hamzah, yang digelari "Penghulu Para Syuhada". Beliau syahid ditombak oleh seorang suruhan Hindun, istri Abu Sofyan, yang dendam karena kaumnya menderita kekalahan pada Perang Badar. Dan Hamzah merupakan salah seorang arsitek sekaligus pelaksana kemenangan Badar.

Kaum Quraisy menargetkan Perang Uhud sebagai pembalasan. Pada babak-babak pertama, mereka merasa pesimis, melihat ketangguhan kaum Muslimin mempertahankan jengkal demi jengkal kawasan Uhud. Pasukan infantri kaum Muslim terus merangsek. Mematahkan setiap serangan kaum musyrikin. Hamzah dan Ali berada di barisan paling depan.

Kaum musyrik Quraisy tak dapat mendatangkan bala bantuan, karena di sebuah bukit yang strategis, terdapat pasukan artileri kaum Muslimin. Mereka secara tepat memotong jalur logistik dari markas Quraisy ke arah medan perang. Pasukan kavaleri Quraisy, di bawah pimpinan Khalid bin Walid, tak dapat beringsut sedikitpun dari posisinya di balik bukit Rumat, karena di puncak bukit itulah, pasukan artileri kaum Muslimin tak pernah lengah menembakkan anak-anak panah kepada setiap gerakan yang mencurigakan.

Tapi keadaan mendadak berubah total, setelah pasukan infantri Quraisy hancur lebur. Sisa-sisa pasukan berlari tunggang langgang, dikejar oleh pasukan infantri kaum Muslimin. Sebagian menangkapi serdadu yang mencoba kabur. Sebagian mengumpulkan ghanimah. Barang-barang rampasan yang terdiri dari senjata, perhiasan, panji-panji, dan barang-barang berharga lainnya.

Pasukan artileri kaum Muslimin di bukit Rumat, tergiur. Mereka ingin juga meraup ghanimah yang bertebaran di seluruh lembah. Mereka lupa pada tugasnya sebagai benteng penghadang. Tarikan duniawi telah menyilaukan mata dan menghilangkan kejernihan berpikir serta menyepelekan tanggung jawab.

Maka begitu mereka meletakkan busur-busurnya, dan lari menuju ghanimah, pasukan kavaleri Khalid bin Walid melihat peluang terbuka untuk melakukan pukulan mematikan. Jalur yang mereka incar sekarang sudah kosong.

Bagitulah, pasukan Khalid datang dari balik bukit Rumat. Langsung melakukan penyergapan mendadak kepada pasukan yang sedang mabuk kemenangan. Keadaan mendadak kacau balau. Pasukan musyrikin Quraisy, yang telah terpuruk sekalipun, bangkit lagi semangatnya. Mereka balik menyerbu dari arah depan.

Hasilnya? Beberapa buah gigi Rasulullah saw. tanggal akibat tetakan dan lemparan benda keras. Hamzah beserta enam puluh sembilan sahabat, gugur. Musyrikin Quraisy berhasil membukukan kemenangan, setelah mereka babak belur di awal pertempuran. Semata-mata karena kelalaian salah satu unsur. Semata-mata karena rasa takut tak kebagian jatah. Jadilah, seluruh bagian menjadi korban.

Sambil ziarah di Uhud, dan berdoa agar mereka mendapat pahala berkat Islam dan para pemeluknya, baik sekali kita merenungkan fenomena perang Uhud itu. Mengapa kemenangan berbalik menjadi kekalahan? Sikap hubud dunya (cinta dunia) menjadi salah satu faktor penyebab.

Padahal, orang-orang yang bertugas di bukit Rumat itu, diinstruksikan langsung oleh Rasulullah saw., agar tetap pada tempat yang telah ditetapkan, apapun yang terjadi di areal pertempuran. Mereka terkena lupa juga. Duhai, betapa kita yang hanya mendengar instruksi Rasulullah saw., lewat penuturan demi penuturan, yang terpisah belasan abad kemudian? Betapa kita lebih lalai, lebih mudah lupa, lebih mudah tergiur dari pada mereka yang dulu bertugas di bukit Rumat. Bagaimanapun, mereka adalah para sabiqunal awwalun. Mereka ikhlas lillahi ta'ala berbaris di bawaha panji-panji Muhammad Rasulullah saw., untuk terjun ke medan perang. Mereka mungkin telah khilaf pada sesaat, tetapi segera ingat dan bertaubat pada saat itu juga.

Adapun kita, bukanlah apa-apa dibandingkan dengan mereka. Kita adalah barisan orang-orang lalai, yang lebih sering terpana pada kemegahan duniawi, dan melupakan sama sekali gema imbauan ukhrawi. Dan lalai kita selalu berkepanjangan. Nyaris tak pernah punya akhir. Apalagi di batas kesadaran dan taubat.

Para syuhada Uhud masih sangat beruntung. Sering diziarahi dan didoakan, Allahumma ajzihim 'anil Islami wa ahlahu afdlalal jazai warfa' darajatihim wa akrim maqamahum bi fadlika wa karamika ya Akramal Akrimin.

Siapa yang akan menziarahi dan mendoakan kita kelak? Bahkan anak-anak kita sendiri belum tentu menjadi waladun salihun yad'ulahu. Dan kitapun, kapankah punya niat dan pikiran menjadikan diri kita seorang syuhada? Padahal medan jihad masa kini semakin meluas ke berbagai tempat dan bidang. Lebih luas daripada medan Uhud yang telah melahirkan para syuhada mulia itu.

Kita bahkan nyaris tak tahu lagi, di mana dan bagaimana kita harus berjihad sekarang, karena mata dan hati kita telah amat buta akibat silau menatap gemerlap dunia.

WELCOME to MY BLOGSPOT

Ini adalah my blogspot yg pertama saya ciptakan.Pertama izinkanlah saya untuk memperkenalkan diri saya.Nama saya adalah Muhammad Usamah.Saya anak pertama dari dua bersaudara.Mungkin nama saya agak aneh didengar oleh kalian semua sebab nama saya mirip dengan nama teroris yang saat ini sedang dicari U.S ARMY,Usamah Bin Laden.Tapi nyantai aja kok aku bukan teroris,aku cuma seorang pelajar yang sedang menimba ilmu di kota Surabaya.Umurku baru 17 th,aku masih punya masa depan yang panjang yang belum aku raih.Setahun lagi aku akan lulus dari bangku SMA.
Masa SMA kata banyak sebagian orang merupakan masa yang paling indah.Tapi bener juga,di SMA kita bisa mendapatkan pengalaman yang nggak bisa dilupakan.Mulai pacaran dengan seseorang yang kita sukai atau cuma bisa memandangi orang yang kita sukai tanpa bisa mengutarakan isi hati kita sama si dia.Nggak cuma itu aja mungkin sebagian diantara kita pernah bolos sekolah yang hanya pernah dilakukan pas SMA aja,buat geng di sekolah,kongkow-kongkow sama teman-teman dan mungkin ikut organisasi di sekolahan.Itu semua mungkin hanya bisa kita dapatkan waktu sekolah di SMA aja.Di SMA kita tumbuh menjadi pribadi yang tangguh yang siap untuk menghadapi segala permasalahan yang akan dihadapi di kemudian hari.
Tapi nggak semua dari kita bisa menikmati indahnya masa SMA,banyak dari kita malah menyia-nyiakan keindahan masa SMA.Mulai dari sering ikut tawuran,terlibat tindak kriminal,memakai obat-obatan terlarang,bahkan melakukan hubungan sex bebes.Mereka semua tidak memikirkan bagaimana dampaknya bagi diri mereka sendiri dan orang lain.Kasihan banget ya teman-teman kita itu,mereka rela mengorbankan masa depannya demi mengejar kepuasan yang sifatnya hanya sesaat.
Saya berharap lewat tulisan ini teman-teman dapat menikmati masa SMA dengan aman tanpa mengorbankan masa depan kita.Teruslah berkarya untuk meraih semua impianmu!!!!Teruslah berjuang dan jangan berhenti sebelum kau raih impianmu!!