Selasa, 09 Oktober 2007

Para Penyihir Malam dari Timur

Para Penyihir Malam dari Timur

Di tengah kegelapan malam musim dingin di Rusia 1942 (Front Timur), beberapa kelompok pesawat biplane terbang mendekati markas tentara Jerman yang menduduki Uni Soviet. Menjelang sasaran pilot mematikan mesin pesawat dan terbang layang untuk meningkatkan efek pendadakan.
Beberapa detik kemudian ledakan pun berdentuman memenuhi markas itu. Pasukan Jerman kecolongan lagi malam itu. Para penjaga pun segera membunyikan sirene tanda serangan udara, dan berlarian ke meriam PSU mereka. Di pengeras suara terdengar pengumuman: Achtung! Achtung! Di frauen sind in der luft ! Bleibt in der zelle wo Sie sind! (Perhatian! Para wanita sedang berada di udara sekarang ! Tetaplah berada di lubang perlindungan Anda! - kesaksian seorang prajurit Jerman tak dikenal yang menjadi tawanan tentara Soviet).
Setelah menunaikan tugasnya, pesawatpesawat itu terbang menanjak meninggakan korbannya. Beberapa pesawat Me-109 yang berpatroli di area itu segera mengejar pesawat biplane yang sudah membua
t jengkel itu. Namun pilot pesawat biplane segera melakukan putaran dan terbang rendah di atas pucuk-pucuk pohon. Me-109 yang mencoba mengejar tak bisa berbuat banyak karena kecepatannya lebih tinggi. Akhirnya setelah mencoba beberapa kali, pilot frustrasi dan meninggalkan buruannya .
Siapakah wanita-wanita pemberani dan nekat itu? Kepiawaian
mereka telah memaksa para prajurit Jerman bersembunyi dalam lubang perlindungan serta membuat pilot Luftwaffe yang sudah berpengalaman, pusing dan frustrasi.
Pesawat-pesawat yang melakukan pengeboma
n itu berasal dari kesatuan Wara (Wanita Udara) Resimen 588 NBAP AU Uni Soviet. Kesatuan ini dijuluki pasukan Jerman sebagai Nachthexen alias Penyihir Malam. Bagaimana para wanita ini bisa terlibat misi yang membahayakan? Bukankah banyak AU tak mengizinkan para wanita bertugas di garis depan? Bagaimana bisa? Berikut kita akan melihat kisah mereka.
Setelah mesin-mesin perang Wehrmacht dan sekutunya menginvasi Uni Sovi
et lewat Operasi Barbarossa pada 1941, Krasny Armiya (Red Army) bertempur mati-matian. Dengan dukungan sepenuhnya dari rakyat Soviet, mereka mempertahankan setiap jengkal tanah.
Pada awalnya Stavka (Shtab Glavnogo/Verkhovgo Komandovaniya, Markas Besar/Komando Tertinggi) tak men
gizinkan para wanita bertempur sebagai prajurit. Mereka kebanyakan baru diperbantukan sebagai tenaga medis atau administrasi. Namun setelah ada sejumlah tentara wanita mendaftar sebagai sniper (penembak runduk) dan berhasil mencapai prestasi seperti prajurit pria, wanita pun diizinkan bertempur seperti rekan mereka. Baik di infanteri maupun sebagai tankers (awak tank).
Beda di darat, di udara lain lagi ceritanya. Di awal perang, Voyenno Vozhdu
zhno Silly (AU Soviet) cukup kelabakan menghadapi kedigjayaan Luftwaffe. Mereka pusing tujuh keliling bagaimana mengatasinya. Marina Raskova, seorang pilot wanita populer sebelum perang di Rusia mengusulkan satu solusi untuk membentuk resimen tempur wanita.

Raskova memanfaatkan hubung
annya dengan Joseph Stalin, pemimpin Soviet masa itu. Setelah melalui perdebatan sengit di tingkat Stavka, tiga unit resimen penerbang wanita dibentuk, yaitu:
1. Istevitel'nny Aviatsiya Polk (IAP) 586-Resimen Tempur Udara ke 586 dilengkapi pesawat Yak-1 dan kemudian Yak-7, komandan Lidiya Vladimirovna Litviak atau dikenal sebagai the White Rose of Stalingrad
2. Bombaradirovshik Aviatsiya Polk (BA
P) 587-Resimen Pengebom Siang Hari 587 dilengkapi pesawat Pe-2 Peshka dan Il-2 Shturmovik, komandan Klavdiya Fomicheva.
3. Noch'i Bombaradirovshik Aviatsiya Polk (NBAP) 588-Resimen Pengebom Malam Hari 588 "Penyihir Malam" dilengkapi pesawat kayu Po-2 Kukuruznik, komandan Yevgenia Bereshanskaya.

Setiap resimen terdiri dari tiga skadron udara berkekuatan 10 pesawat dan anggota sebanyak 400 orang. Sewaktu keti
ga unit ini dibentuk, ribuan sukarelawan mendaftarkan diri. Tapi hanya 2.000 orang saja yang dipanggil untuk diwawancara. Hal terunik dari resimen wanita ini adalah semua anggotanya wanita. Mulai dari pilot, navigator, mekanik, dan bahkan sampai juru muat persenjataan adalah wanita. VVS sangat ketat melakukan pemisahan antara anggota pria dan wanita.
Pelatihan dilakukan di kota Engelsk dekat Stalingrad. Masa pelatihan dilakukan selama enam bulan, dan setelah itu mereka dapat memulai misi. Tugas pertama kesatuan NBAP 588 dimulai pa
da 8 Juni 1942. Tiga pesawat terlibat, targetnya markas divisi Jerman. Tugas ini berlangsung mulus dengan hanya korban satu pesawat. Setelah mereka dibaptis dalam pertempuran pertama (baptist by fire), resimen ini memulai tugasnya. Begitu hebatnya, rata-rata mereka melakukan 15-18 misi per malam.
Dapat dikatakan satuan ini mela
kukan mission impossible. Karena alat yang digunakan adalah pesawat latih biplane Polikarpov Po-2 modifikasi. Pesawat ini mempunyai performance buruk dibanding pesawat biplane Perang Dunia I. Apalagi dibanding dengan inventaris Luftwaffe, jelas tak ada artinya.
Nadia Popova yang pernah melakukan 18 sorti dalam semalam, mengatakan bahwa pertempuran yang mereka lakukan adalah keajaiban. "Adalah mukjizat jika kami tak kehilangan pesawat lagi. Pesawat kami adalah yang terlambat di angkatan udara. Kadang kami pulang dengan badan pesawat berlubang, tapi tetap terbang."
Resimen ini mulai bertempur
sejak 1942 sampai akhir perang di Berlin tahun 1945. Mereka beroperasi di Ukraina, Krimea dan Stalingrad. Dalam pertempuran di wilayah Kuban, Krimea, mereka harus berhadapan dengan unit pemburu Jerman yang terbaik Jagdgruppen 54, yang salah satu anggotanya Erich Hartman dengan rekor 322 kills.
Kekurangan peralatan navigasi dan cuaca yang buruk menyebabkan resimen ini tak dapat menimbulkan kerusakan besar di pihak Jerman. Hanya satu misi mereka yang menimbulkan kerugian besar pada 25 Oktober 1942. Saat itu mereka menyerang pangkalan udara Jerman di Armavir dan menghancurkan satu unit depot bahan bakar, enam pengebom Junk
ers Ju-88 serta Heinkel He-111 dari unit II/Kampfgruppe-51 (unit pengebom ke 51)
Setelah perang, seorang anggota unit Starshiy Leytenant Serafima Amosova-Taranenko, menceritakan pengalamannya kepada penulis Amerika Serikat Anna Noggle. "Di lanud yang sama biasanya ada dua resimen pria dan wanita. Resimen ini mempunyai misi dan perlengkapan yang sama, namun kinerja resimen wanita jauh lebih baik daripada resimen pria pada setiap misi."
Para pilot dan navigator tak dilen
gkapi parasut sampai tahun 1944. Karena itu jika tertembak mereka akan mendaratkan pesawatnya di daerah yang dikuasai pihak Rusia atau Partizan (istilah Rusia untuk gerilyawan, artinya tak berseragam). Sialnya, ya tewas terpanggang hidup-hidup di pesawat yang terbakar di udara. Pesawat mereka mudah sekali terbakar karena terbuat dari kayu.
Setelah pasukan Jerman beberapa kali menembak jatuh pesawat ini dan menemukan awak yang tewas adalah wanita, mereka pu
n menjuluki satuan ini Nachthexen-Nightwitches-Penyihir Malam. Menurut wawancara dengan Oberfeldwebel Alfred Grislawski dari unit III/JadgerGruppe 52 (Unit Tempur ke 52), mengatakan bahwa julukan ini dikembangkan oleh para awak unit. Julukan diambil dari dongeng nenek sihir naik sapu terbang di malam hari, sama dengan resimen ini yang naik pesawat kayu di malam hari.(usa)

Tidak ada komentar: